Dimana game online itu sendiri didefinisikan sebagai fasilitas permainan digital yang dapat terhubung dengan puluhan orang sekaligus serta dengan beragam permainan yang menarik bagi pemain yang suka bersaing, juga dapat merangsang pemain untuk menampilkan hasil yang lebih baik, karena masing-masing pemain akan berusaha untuk mencapai patokan yang bersifat unggul. Game online sebagai bagian dari budaya juga berpengaruh terhadap motivasi berprestasi.

 

 

Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa, game online yang ada sangat berdampak negatif bagi siswa. Game yang tidak mendidik, sebab gambar gambarnya hanya fantasi belaka, sehingga sifatnya hanya menyenangkan, dan game hanya membuang-buang uang, waktu, dan membuat seseorang menjadi malas, sebab pekerjaan-pekerjaan yang lain akan terbengkalai. Siswa juga merasa bahwa pengaruh game online tersebut tentunya bersifat negatif dan dapat membuat motivasi siswa menjadi rendah atau turun sehingga membuat nilai pelajaran atau prestasi akademisnya menurun, semenjak siswa mengenal game online.

Mereka yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang rendah akan menghindari prestasi. Mereka melihat kegagalan sebagai berasal dari kurangnya kemampuan, sebuah faktor yang tetap yang tidak dapat berubah secepatnya (Jung, 1978). Siswa memiliki motivasi berprestasi yang rendah

 

Candu game online

Permainan ini dapat mengganggu prestasi belajar karena permainan game online memiliki sifat adiktif atau membawa candu, akibatnya orang yang telah mengenal game online akan banyak terpengaruh baik secara langsung maupun tidak. Anak sekolah merupakan salah satu kelompok yg terkena dampak pengaruh game online. Hal ini disebabkan, permainan game online seringkali menyita waktu seorang anak.

Salah satunya waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau bermain, namun anak cenderung memanfaatkannya untuk duduk di depan komputer dan terbenam dalam permainan game online tersebut.

Akhibatnya, ketika harus belajar, fisik seseorang anak sudah terkuras akibat bermain game online. Meskipun nampaknya sekedar duduk, namun permainan ini menguras energi karena membutuhkan konsentrasi dan bersifat merangsang ketegangan. Sehingga, syaraf menjadi lebih cepat kaku dan tidak rileks.

 

Mencegah dampak game online

Untuk serta merta mencegah seorang bermain game online tentu bukan pekerjaan mudah. Fasilitas internet yang banyak tersedia dimana-mana, salah satunya warnet menjadikan anak bisa mengakses internet dari mana saja. Tidak harus bermain dirumah, anak bisa mencuri waktu sepulang sekolah dengan mengunjungi arena game online yang ada disekitar sekolah mereka. Untuk itu, ada beberapa hal harus dilakukan orang tua diantaranya :

1.     Bekerjasama dengan guru di sekolah untuk turut memantau perkembangan belajar siswa.

2.     Menjalin komunikasi informal agar seseorang anak bisa terbuka pada orang tua, sehingga orang tua bisa memberikan pendidikan pada seseorang anak tanpa sang anak merasa dihakimi.

3.     Belajarlah tentang game online. Sehingga anda bisa berdiskusi dengan anak anda tentang permainan tersebut. Jika ini bisa terjadi, anak tidak perlu mencari pelarian dengan kawan-kawannya untuk sekedar berdiskusi tentang permainan game online. Sehingga anak bisa lebih betah di rumah karena bisa mendapatkan kawan ngobrol yang bisa memahami dunia mereka.

4.     Berikan waktu khusus bermain game online, dan tegasi anak anda untuk tidak bermain diluar waktu yang sudah ditetapkan. Ini menunjukkan anda tidak sekedar melarang. Namun memberikan kelonggaran. Di sisi lain anda mengajarkan anak untuk bertanggung jawab pada waktu yang dimilikinya.

 

http://library.gunadarma.ac.id/index.php?appid=penulisan&sub=detail&npm=10500234&jenis=s1fpsi

 

 

http://m-alwi.com/game-online-lifeboat-to-mars-bantu-anak-anak-belajar-biologi.html