0351 454139
sman5madiun@gmail.com / admin@sman5madiun.sch.id
Kota Madiun, Jawa Timur, INA. 63139
blog-img
01/11/2020

SUMPAH PEMUDA

budi irawan | Umum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari ini seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa historis tersebut merupakan tonggak penting yang memunculkan gagasan Negara Indonesia..

Oleh karena itu, mereka diharapkan memiliki jiwa patriotik alias tidak manja. Sikap idealnya adalah cinta Tanah Air, tetapi tidak harus menjadi jemawa karenanya.

“Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi kaum muda Indonesia saat ini untuk memiliki jiwa kesatriaan dan berkhidmat memajukan bangsa dan negara. Jangan jadi generasi benalu dan cinta Indonesia (secara) palsu. Menggelorakan bela Indonesia tetapi menimbulkan gaduh di tubuh bangsa,” ujar Haedar Nashir saat dihubungi, Ahad (28/10).

“Jadilah generasi yang cerdas dan berkeadaban luhur. Jauhi kekerasan, merasa benar sendiri, dan kebanggaan semu. Kuasailah ilmu pengetahuan dan keunggulan diri untuk menjadikan Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” katanya menambahkan.

Cendekiawan yang lahir di Bandung, Jawa Barat, itu berpesan supaya perayaan Sumpah Pemuda tidak berhenti pada aspek-aspek seremonial belaka.

Hari ini sebaiknya dijadikan momentum nasional untuk meneguhkan tekad bersama yang selaras dengan ikrar Sumpah Pemuda 90 tahun silam.

Semua pihak tentunya merindukan Indonesia yang maju, sejahtera, dan bersatu padu. Perjuangan untuk mewujudkannya berlangsung terus-menerus, tak kenal henti. Dalam hal itu, generasi muda saat ini diimbau agar selalu meletakkan kepentingan bangsa di atas pribadi dan golongan masing-masing.

“Kaum muda saat ini harus menyerap jiwa gigih dan cinta bangsa dengan menempa diri menjadi generasi yang unggul sekaligus berbuat yang terbaik dalam memajukan kehidupan bangsa. Jangan ingin hidup mewah dengan instan, apalagi dengan cara menerabas. Jauhi korupsi dan perpecahan. Bangun Indonesia dengan kebersamaan dan menguasai iptek berbasis karakter akhlak mulia,” tuturnya.

Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting dalam perjalanan sejarah nasional. Ikrar tersebut merupakan bentuk keputusan dari Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan di Batavia (Jakarta) pada 27-28 Oktober 1928.

Bunyi sumpah yang dimaksud cukup puitis, yakni sebagai berikut. “Pertama: Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Bagikan Ke:

Populer