0351 454139
sman5madiun@gmail.com / admin@sman5madiun.sch.id
Kota Madiun, Jawa Timur, INA. 63139
blog-img
30/09/2020

TENTARA GENIE PELAJAR

budi irawan | Umum

TENTARA GENIE PELAJAR (TGP)

Terbentuknya Tentara Genie Pelajar (TGP) pada tanggal 3 September 1945 Surabaya sejak diproklamasikan pemerintahan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Atas anjuran Dul Arnowo selaku ketua KNI (Komite Nasional Indonesia / Red: Dewan Perwakilan ) Surabaya maka beberapa orang pelajar yang mewakili sekolahnya masing-masing dan kemudian mengadakan rapat, yang akhirnya berhasil membentuk pasukan pelajar, yang disebut Staf :

Staf I : Gabungan pelajar SMT Darmo 49                                                                         Staf II : Gabungan pelajar SMTT dan ST Sawahan                                                          Staf III : Gabungan SMP Ketabang dan SMP Praban                                                 Staf IV : Gabungan pelajar sekolah lainnya

Pasukan pelajar staf tersebut terbentuk kira-kira pada akhir bulan September 1945

            BKR Pelajar Staf II, mempunyai perkembangan sendiri, mereka adalah kelompok pelajar SMTT dan ST yang tetap bertahan pada pasukan staf II atau BKR staf VI. Kelompok ini kemudian menggabungkan diri pada Dinas Genie Pertahanan Surabaya. Sejak itu Kesatuan Pelajar tersebut berubah nama menjadi BKR Pelajar Dinas Genie Pertahanan Surabaya atau Pasukan STS BKR Pelajar Dinas Genie Pertahanan Surabaya atau Pasukan STS. Inilah yang dianggap sebagai embrio dari Tentara Genie Pelajar (TGP) yang dibentuk di Malang pada tanggal 2 Februari 1947.

            Sesuai SK Menhankam No. Kep./04/III/1995 Tentara Genie Pelajar (TGP) disamakan dengan BKR termasuk cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

            Pembentukan Tentara Genie Pelajar (TGP) berawal saat 14 Oktober 1946, dalam suasana gencatan senjata dan status quo, di rintis upaya perundingan RI-Belanda yang menghasilkan perjanjian Linggarjati. Selama itu diberlakukan suatu keadaan gencatan senjata dari kedua belah pihak. Dengan tidak adanya lagi tugas-tugas operasional pembelaan negara, maka para pelajar pejuang bersenjata menarik diri dari medan pertempuran untuk belajar kembali menekuni pendidikan di sekolah. Disusul kemudian ada pengumuman dari sekolah bahwa STN/SMTT akan dibuka kembali di Lawang, Malang, Blitar dan Kediri. Khususnya bagi murid kelas III STN/SMTT akan dibuka di Lawang dan diasramakan di Jalan Sumberwaras Lawang. Di Lawang kurang lebih 5 bulan ada kenaikan kelas, kemudian sekolah dipindah lagi ke Kota Malang yang untuk sementara waktu masih menumpang di gedung Katholik Corjesu (sekarang berada di depan Rumah Sakit Umum Celaket Malang).

            Tidak berapa lama, sekolah dipindah lagi ke SMP Kristen di Jalan Semeru No. 42 Malang. Di sinilah tempat kelahiran kesatuan Tentara Genie Pelajar (TGP) di bawah pimpinan Soenarto terbentuk, tepatnya pada tanggal 2 Februari 1947. Semboyan TGP saat itu Berjuang Sambil Belajar. Ide mendirikan TGP oleh sekelompok pelajar pejuang SMTT sebenarnya sudah ada sejak di asrama Sumberwaras Lawang sampai di mess Jalan Ringgit Malang. Peristiwa ini sekaligus juga dimanfaatkan untuk pendaftaran bagi yang berminat menjadi anggota pasukan pelajar pejuang yang baru, Tentara Genie pelajar. Pembentukan satuan baru ini diawali dengan acara pendidikan dan latihan, baik dalam dasar-dasar militer sekaligus juga spesialisasi tugas genie. Pelatihan itu diselenggarakan selama dua minggu di Kesatrian, Rampal, Kota Malang. Bersamaan dengan itu juga dilakukan aksi anjuran untuk membentuk satuan TGP dan bergabung dengan TGP Malang. Sedangkan latihan dasar kemiliteran dilatih oleh para pelatih dari Sekolah Kadet Angkatan Laut Malang. Batalyon TGP terbagi menjadi 4 Kompi yaitu Kompi I berada di Malang, Blitar dan Pare (Kediri), Kompi II berada di Madiun, Bojonegoro dan Pati, Kompi III berada di Solo, dan Kompi IV berada di Yogyakarta.

Bagikan Ke:

Populer